Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Sakit itu bisa menjalar keluar

  Episode 13: Kepalan dan Tangan Terbuka SYAMS - Bandar Mahkota Kamis sore, Syams baru keluar dari les matematika. Dia berjalan kaki ke arah Warung Ahmad---sudah jadi kebiasaan mampir sebentar sebelum pulang. Beli minum, duduk sebentar, baru lanjut jalan. Tapi hari ini kepalanya pusing. Pagi tadi dia dan ibunya disuruh ayahnya balikin barang belanjaan yang salah beli---microwave yang ternyata rusak. Mereka bolak-balik toko dua kali karena barang penggantinya juga bermasalah. Ibunya sampai capek dan kesal. Syams juga ikut pusing. Capek banget rasanya. Pengen cepet sampe rumah. Saat dia belok ke jalan menuju Warung Ahmad, dia melihat sesuatu yang membuatnya berhenti melangkah. Di depan warung, agak ke samping di gang sempit, ada tiga anak cowok yang lebih besar---mungkin SMA kelas dua atau tiga---sedang mengerumuni seorang anak yang lebih kecil. Syams mengenali anak itu. Fajar? Teman sebangkuku? Fajar berdiri dengan punggung menempel di tembok, wajahnya pucat. Salah satu ana...

Sungai dan Jalan

  Episode 12: Cermin dan Tangan LAIL - Sungai Raya Rabu sore, Lail pulang sekolah lewat jalan pinggir sungai kecil yang mengalir di belakang kampungnya. Sungai itu dulu jernih---dia ingat waktu kecil sering main air di sana bersama teman-teman. Tapi sekarang, airnya keruh. Sampah plastik mengambang di permukaan---botol minuman, bungkus mie instan, kantong kresek. Lail berhenti sejenak, menatap sungai itu dengan dada sesak. Kenapa jadi kayak gini? Tiba-tiba, dari arah rumah di seberang sungai, seorang ibu-ibu keluar sambil bawa kantong plastik penuh sampah. Dia berjalan ke pinggir sungai, lalu---tanpa ragu---melempar kantong itu ke air. Byur. Kantong plastik itu mengambang, perlahan terbawa arus. Lail terkejut. "Bu! Bu, jangan buang sampah di sungai!" Ibu-ibu itu menoleh, wajahnya biasa saja. "Lah, emang kenapa? Air kan mengalir. Nanti juga hilang sendiri." "Tapi Bu, itu bikin sungai kotor---" "Udah dari dulu begini kok, Dik. Gak kenapa-ken...

Beban vs Hadiah

 Episode 11: Berebut Rezeki LAIL - Sungai Raya Jumat sore, Lail pulang sekolah lebih awal karena hari Jumat. Dia sampai rumah sekitar jam dua siang—matahari masih tinggi, panas terik. Begitu masuk rumah, dia lihat ibunya sedang menyapu halaman. Keringat bercucuran di dahi ibunya. "Assalamualaikum, Bu." Lail menaruh tasnya di ruang tamu. "Waalaikumsalam, Lail. Udah makan?" "Belum, Bu. Ibu udah?" "Belum. Nanti aja. Ibu mau beresin rumah dulu." Ibunya melanjutkan menyapu. Lail mengganti seragam, lalu keluar lagi. Dia lihat ibunya sekarang sedang mencuci piring—banyak sekali. Piring sarapan, piring makan siang, gelas-gelas. "Bu, Lail bantu ya?" Lail mengambil lap, mulai mengelap piring yang sudah dibilas ibunya. "Gak usah, Lail. Kamu capek sekolah. Istirahat aja." "Gak apa-apa, Bu. Lail gak capek kok." Mereka berdua diam sejenak, hanya suara air dan piring yang bergesekan. Tiba-tiba, kakak Lail—Rara—keluar d...